Warga Indonesia mengungsi menjauh dari pantai menuju dataran tinggi
Semua Bencana

TSUNAMI

Indonesia sangat berpotensi diterjang tsunami. Cara paling baik dalam menghadapi tsunami adalah dengan mengetahui apa yang harus dilakukan untuk berada di tempat aman sesegera mungkin.

Jika Gempa Lama ATAU Kuat, SEGERA MENJAUH DARI PANTAI

Jika Anda merasakan gempa bumi yang BERLANGSUNG lebih dari satu menit ATAU cukup kuat hingga membuat Anda sulit berdiri, segera bergerak ke daerah yang lebih jauh dari pantai, ke tempat yang lebih tinggi, atau ke lantai lima atau lebih tinggi setelah guncangan berhenti.

Goncangan gempa bumi mungkin merupakan satu-satunya peringatan akan datangnya tsunami. Oleh karena itu, jangan menunggu instruksi atau notifikasi tambahan untuk evakuasi.

Sumber Pembangkit Tsunami

Selain gempa, sumber pembangkit tsunami termasuk ledakan gunung berapi, longsor bawah laut, dan meteor jatuh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengoperasikan sistem peringatan dini tsunami di Indonesia (InaTEWS). Sistem ini memanfaatkan jaringan sensor pengamatan gempa dan tsunami serta proses analisis untuk menghasilkan diseminasi informasi peringatan kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan di wilayah rawan tsunami.

Bersiap Menghadapi Tsunami

1. Ketahui Jenis Peringatan Tsunami

Peringatan BMKG memberikan STATUS ANCAMAN tsunami untuk setiap daerah.

  • AWAS (merah): Status ancaman tertinggi. Warga harus evakuasi.
  • SIAGA (orange): Status ancaman sedang, namun masih berbahaya. Warga harus evakuasi.
  • WASPADA (kuning): Status ancaman rendah. Warga harus menjauhi pantai dan tepi sungai.

2. Ketahui dan Latih Jalur Evakuasi Anda

Ke mana Anda harus pergi?

  • Lihat peta dan identifikasi lokasi yang berada di zona yang aman dari tsunami.
  • Ikuti jalur dan rambu evakuasi, jika ada.
  • Jika tidak ada petunjuk ke lokasi aman, evakuasi sejauh mungkin dari pantai dan naiklah ke tempat yang lebih tinggi.
  • Aktivitas tsunami dapat berlangsung hingga 24 jam, jadi pikirkan tempat di mana Anda dapat tinggal atau berlindung jika diperlukan.

Jalur mana yang akan digunakan?

Beberapa jalur mungkin lebih cepat, sementara yang lain lebih aman karena memiliki lebih sedikit bahaya (misalnya jembatan, titik kemacetan, atau risiko tertimpa puing). Pertimbangkan faktor-faktor ini saat merencanakan jalur evakuasi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Cobalah mengukur waktu tempuh Anda menuju lokasi aman.

Apa yang perlu dibawa?

Simpan perlengkapan penting di dekat pintu. Siapkan tas siaga darurat (beserta isinya), sepatu yang nyaman, serta pakaian. Persiapan ini akan menghemat waktu jika Anda harus segera mengungsi.

Siapa lagi yang perlu mengetahuinya?

Libatkan anggota keluarga, rekan kerja, dan/atau tetangga Anda. Pastikan semua orang mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul jika komunikasi tidak memungkinkan.

3. Pelajari Peringatan Resmi

Jika Anda menerima peringatan darurat, ikuti instruksi yang diberikan oleh lembaga resmi seperti BMKG, Kepala Daerah, BNPB/BPBD, TNI, Polri, dan Damkar. Setelah Anda dalam kondisi aman, bantu memastikan teman dan keluarga Anda juga aman dengan membagikan informasi melalui media sosial atau pesan singkat, selama hal tersebut tidak menunda evakuasi Anda.

Informasi peringatan darurat akan disampaikan melalui situs web resmi, halaman Facebook dan Twitter, serta media massa seperti radio, televisi, dan situs berita.